Cara Membuat Laporan Keuangan Masjid dengan Cepat & Mudah
Salah satu kewajiban pengurus masjid yang tidak boleh Anda lupakan adalah membuat laporan keuangan. Hanya saja, masih banyak orang yang belum tahu tentang bagaimana cara membuat laporan keuangan masjid dengan cepat, mudah, dan efisien.
Dulu, cara membuat laporan keuangan masjid sederhana saja bisa menghabiskan banyak waktu dan tenaga karena semua harus Anda kerjakan secara manual. Tapi kini, ada cara yang lebih mudah, yaitu dengan menggunakan aplikasi yang sudah terotomatisasi.
Cara Membuat Laporan Keuangan Masjid
Penting untuk Anda catat bahwa laporan keuangan masjid tidak akan muncul begitu saja tanpa langkah apapun. Jadi, Anda tetap harus mengikuti beberapa langkah menyusun laporan keuangan, seperti pada penjelasan berikut!
1. Catat Semua Transaksi dan Kumpulkan Buktinya
Pertama-tama, laporan tidak mungkin bisa Anda sajikan tanpa catatan semua transaksi keuangan. Anda perlu mencatat semua uang atau aset lain yang masuk ke dalam masjid, lengkap dengan uang atau aset lain yang keluar dari masjid dalam satu periode tertentu.
Tapi bukan hanya itu saja cara membuat laporan keuangan masjid yang pertama, mengingat ada langkah tambahan yang tidak boleh Anda lupakan. Langkah tersebut adalah mengumpulkan semua bukti transaksi, termasuk yang masuk dan keluar.
Inilah alasan kenapa eksistensi aplikasi manajemen keuangan masjid itu penting, mengingat semua catatan bisa tersusun rapi di sini. Khusus untuk beberapa transaksi tertentu, sistem bahkan bisa mencatatnya secara otomatis tanpa harus diketik secara manual.
2. Kelompokkan Transaksi ke Berbagai Kategori Tertentu
Setelah itu, cara membuat laporan keuangan masjid yang berikutnya adalah mengelompokkan semua transaksi ke kategori-kategori tertentu. Jika semuanya ada di satu kelompok yang sama, maka Anda pasti merasa bingung saat membuat laporannya.
Karena itulah Anda harus membaginya ke dalam beberapa kategori, sehingga proses rekap laporan bisa berjalan dengan lebih baik. Hal ini juga bisa mengurangi adanya risiko selisih, yang biasanya membuat Anda harus mengulang pembuatan laporan dari awal.
Untungnya, di aplikasi keuangan masjid seperti eMasjid.id, Anda bisa memasukkan transaksi ke modul-modul tertentu. Hal ini karena aplikasi sudah dilengkapi oleh modul pemasukan, pengeluaran, kas dan bank, utang dan piutang, penyusutan dan aset, dan lainnya.
Selama Anda memasukkan transaksi ke kategori yang tepat, maka proses pembuatan laporan pun akan terasa lebih mudah. Anda dapat melihat dengan jelas berapa banyak dana atau aset yang masuk, dana atau aset yang keluar, dan transaksi lainnya.
3. Susun Neraca
Pada dasarnya, dalam cara membuat laporan keuangan sederhana, Anda pasti akan bertemu dengan neraca. Hal yang sama juga berlaku ketika Anda ingin membuat laporan untuk masjid, sehingga jangan lupa buat daftar kelompok aktiva dan pasiva.
Berbagai modul pada aplikasi manajemen masjid bisa membantu Anda untuk mengelompokkan transaksi dengan lebih mudah saat membuat neraca. Isi neraca keuangan beragam, bisa Anda catat dalam format tabel yang berisi beberapa detail informasi ini!
- 1. Nama akun
- 2. Saldo awal
- -Debit
- -Kredit
- 3. Pergerakan kas
- -Debit
- -Kredit
- 4. Saldo akhir
- -Debit
- -Kredit
4. Sesuaikan dengan Data dan Fakta
Apabila Anda sudah membuat atau mengisi tabel, langkah selanjutnya adalah menyesuaikan dengan data dan fakta. Hal ini karena beberapa transaksi mungkin saja terlewat atau lupa tidak Anda catat. Jadi, segera cross check data dan perbaiki yang belum tepat.
Bukti-bukti transaksi yang sudah Anda kumpulkan di awal bisa jadi acuan apabila ada data yang belum tercatat. Tipsnya adalah memastikan bahwa jumlah debit dan kredit pas, tidak ada selisih dengan saldo awal dan saldo akhir di dalam neraca keuangan.
Untuk memastikan datanya tepat dan akurat, Anda juga bisa membuat jurnal penyesuaian. Isinya bisa berupa jumlah kas yang ada di masjid, termasuk yang ada secara tunai dan yang ada di rekening. Lalu, catat juga semua utang dan piutang yang belum dibayar.
5. Sajikan Laporan
Apabila semua data sudah tepat, Anda tinggal membuat laporan keuangan masjid sederhana sesuai dengan data-data yang ada. Sistem di aplikasi dapat membantu membuat laporan yang lebih akurat dan koheren, sehingga Anda bisa membuatnya lebih mudah.
Bahkan, di aplikasi keuangan dari eMasjid.id, Anda bisa membuat laporan yang sesuai dengan standar akuntansi ISAK 35 sehingga terlihat lebih kredibel dan terpercaya. Cukup ikuti panduannya untuk membuat laporan ala para akuntan profesional.
Cara membuatnya jelas lebih mudah daripada pembuatan laporan manual, mengingat ada sistem yang akan membantu Anda. Hal ini bisa membuat hasil laporan terlihat lebih rapi dan mudah dipahami.
Penutup
Itulah beberapa cara membuat laporan keuangan masjid dengan cepat, mudah, dan efisien dengan menggunakan aplikasi dari eMasjid.id. Ada otomatisasi sistem di beberapa bagian, sehingga Anda tak perlu ragu untuk mulai mencoba aplikasinya dari sekarang!