Kas Masjid dan Laporan Keuangannya
Kas masjid dan laporan keuangan tentu sangat erat kaitannya. Biasanya, para pengurus memiliki buku kas dan membuat laporan keuangan dengan cara manual. Hal ini tentu tidak lagi efektif jika punya masjid yang besar dan pengelolaan dana yang banyak.
Agar bisa membuat laporan keuangan dengan baik, Anda perlu paham tentang konsep laporan keuangan masjid terlebih dahulu. Apa saja yang harus dilakukan saat membuat laporan dan tujuan dari pembuatan laporan.
Tujuan Pembuatan Laporan Keuangan Masjid
Uang yang masjid dapatkan tentunya banyak dari sedekah, infak, dan juga kegiatan lain yang bertujuan untuk amal. Jika masjid Anda mengelola banyak pemasukan, maka akan sangat sulit menghitungnya secara manual, terlebih jika sumber pemasukan tidak hanya uang tunai saja.
Oleh karena itu, dibuat laporan keuangan yang bertujuan untuk:
- Tanggung jawab pengurus.
- Monitoring uang masuk dan keluar.
- Evaluasi keuangan.
- Tolak ukur untuk penilaian kinerja.
- Informasi yang jelas tentang jumlah sumber daya atau aset bersih yang masjid punya.
Kas masjid yang digunakan oleh masjid tentunya harus bisa dipertanggungjawabkan oleh para pengurusnya. Semua uang yang diberikan oleh jamaah atau pemasukan lainnya harus digunakan sebagaimana mestinya.
Dengan adanya laporan keuangan, semua alur keuangan akan lebih jelas dan transparan. Terlebih lagi jika keuangan masjid cukup kompleks dan tidak bisa diurus secara manual.
Komponen Laporan Keuangan Masjid
Untuk membuat sebuah laporan keuangan untuk kas masjid, hal yang perlu Anda ketahui adalah komponen laporan yang akan dihitung.
1. Neraca Keuangan atau Laporan Posisi Keuangan
Jika Anda masih bingung bagaimana melihat dan memilah pemasukan dan pengeluaran agar tidak membingungkan, maka hal ini penting untuk diketahui. Dalam pengelolaan dana kas dari masjid, neraca membuat Anda bisa melihat gambaran posisi keuangan dari satu entitas akuntansi pada tanggal tertentu.
Selain itu, Anda juga bisa melihat entitas pelaporan berupa aset, kewajiban dan net aset pemilik masjid. Dengan adanya neraca, maka semuanya akan lebih transparan.
2. Laporan Aktivitas
Sebuah masjid bisa saja punya berbagai aktivitas. Di antara seperti pembelian barang, penerimaan uang dari para jamaah, dan lainnya yang pengaruhi jumlah penerimaan dan pengeluaran kas masjid. Setiap kegiatan harus tercatat secara runut agar bisa mengetahui jumlah secara keseluruhan.
3. Aset Bersih
Komponen lainnya dalam laporan keuangan masjid adalah informasi yang berkaitan dengan aset bersih masjid pada tanggal tertentu. Aset bisa berupa karpet, ac, lampu, mukena, al quran, dan lainnya. Aset milik masjid tentunya juga akan mengalami penyusutan. Hal ini juga ada di laporan keuangan masjid.
4. Arus Kas
Kemana uang masjid pergi? Anda perlu tahu arus kas yang terjadi di satu periode tertentu. Laporan ini berkaitan dengan jumlah kas masjid yang Anda terima dan bayarkan.
Arus kas akan memperlihatkan dan bisa meyakinkan para jamaah bahwa uang masjid yang mereka percayakan pada pengurus digunakan dengan baik.
Kenapa Laporan Keuangan Masjid Penting?
Selain bentuk pertanggungjawaban para pengurus kepada Allah SWT dan para jamaah yang sudah beramal di masjid tersebut, laporan keuangan juga sangat penting buat para pihak yang berkepentingan.
1. Donatur Masjid
Sebagai donatur, tentunya mereka perlu tahu apa yang sudah dilakukan masjid terhadap donasi mereka. Laporan keuangan bisa membantu dalam melihat gambaran detail mengenai arus pemasukan dan pengeluaran masjid.
2. Manajemen Masjid
Para pengelola atau manajemen masjid butuh laporan keuangan ini sebagai sarana tanggung jawab atas sumber daya yang donatur dan jamaah berikan kepada masjid. Laporan keuangan ini juga akan permudah jika masjid ingin buat sebuah kegiatan.
3. Pengawas Masjid
Kinerja Anda sebagai pengurus bisa terlihat dari laporan keuangan. Laporan dana kas dari masjid bisa jadi tolak ukur apa pengawas perlu ganti pengurus atau tidak. Jika laporan keuangan tidak dibuat dengan baik, maka akan menjadi satu indikasi bahwa pengurus tidak serius dalam mengelola masjid.
4. Jamaah Masjid
Para jamaah memberikan uang mereka sebagai bentuk sedekah, infak, atau ibadah lainnya tentu dengan niat uang itu bisa digunakan untuk kebaikan. Pada laporan keuangan, akan terlihat pengurus membelanjakan uang dari jamaah untuk apa saja.
Dengan begitu, jamaah juga bisa menilai sendiri apakah pengurus dapat dipercaya untuk mengelola keuangan masjid. Kinerja pengurus tentu akan berpengaruh pada kepercayaan dan loyalitas dari para jamaah.
Sumber keuangan masjid bisa dari infak, wakaf, donasi sponsor, dan masih banyak lagi. Bentuknya bisa tunai dan non-tunai. Oleh karena itu, akan sangat sulit bagi pengurus jika harus mencatat semua transaksi dan arus kas masjid secara manual.
Gunakan aplikasi keuangan masjid dari eMasjid.id untuk pembuatan laporan keuangan yang efektif dan efisien. Pencatatan bisa dilakukan dan dilihat secara real-time sehingga pekerjaan pengurus akan lebih mudah.