Sumber Dana Masjid dari Mana Saja? Intip Daftarnya!
Pastinya, ada banyak dari Anda yang penasaran tentang sumber dana masjid berasal dari mana saja. Hal ini karena masjid membutuhkan banyak biaya untuk operasional, seperti untuk bayar listrik, air, dan lain-lain. Artinya, masjid perlu punya pendapatan juga.
Hanya saja, memang belum banyak orang yang tahu dari mana sumber dana masjid. Ada yang punya gambaran umum, namun tidak begitu detail. Namun Anda tidak perlu khawatir karena pembahasan tentang sumber dana tersebut akan dibahas secara lengkap di sini.
Daftar Sumber Dana Masjid
Perlu Anda akui jika ada banyak manfaat masjid bagi masyarakat yang membuat eksistensinya penting. Masjid tidak hanya berdiri sebagai tempat ibadah, namun juga tempat untuk membangun komunitas di masyarakat. Namun untuk itu, perlu biaya yang tidak murah.
Supaya kebutuhan masjid bisa terpenuhi dengan baik, pengurus bisa mendapatkan dana dengan cara-cara berikut ini!
1. Kotak Amal
Pada dasarnya, salah satu sumber dana untuk masjid yang paling utama berasal dari kotak amal. Hal ini karena sifatnya yang accessible dan terbuka, jadi siapa saja bisa memberikannya. Para musafir yang sekadar mampir pun bahkan bisa ikut serta mengisi kotak amal.
Hasilnya, kotak amal bisa jadi sumber dana yang konstan, meski jumlahnya memang tidak selalu besar. Masjid bahkan bisa mendapatkan dana baru setiap hari, karena tidak ada aturan khusus yang mengaturnya. Setiap selesai beribadah, semua orang bisa mengisinya.
Pada waktu-waktu tertentu seperti hari Jumat atau bulan Ramadan, jumlah uang di kotak amal biasanya lebih banyak dari hari-hari biasa. Uang ini bisa jadi andalan untuk biaya operasional masjid sehari-hari karena akan sangat membantu flow uang kas.
2. Donasi
Selain kotak amal, kira-kira masjid dapat dana dari mana? Ternyata, Anda juga bisa mengandalkan donasi atau sumbangan. Hal ini karena ada banyak donatur yang siap untuk memberikan tambahan dana untuk masjid, terlebih saat ada acara atau momen tertentu.
Contohnya seperti donasi pembangunan masjid, yang bisa donatur berikan saat ada rencana membangun masjid baru atau merenovasi bangunan masjid lama. Pada momen tersebut, biasanya sebagian besar orang yang tinggal di lingkungan tersebut akan berdonasi.
Indonesia juga memiliki beberapa yayasan pemberi bantuan pembangunan masjid yang akan dengan senang hati ikut serta berdonasi. Yayasan-yayasan tersebut juga bisa menjadi sumber dana masjid, namun biasanya khusus untuk membangun masjid baru saja.
Menariknya, beberapa orang berdonasi tanpa ada hal yang melatar belakanginya, biasanya hanya karena ingin memberikan sumbangan. Hal ini cukup umum ketika donatur ingin memberikan sumbangan dengan nominal yang cukup besar daripada di kotak amal.
Beberapa masjid bahkan punya donatur tetap yang akan memberikan sumbangan atau donasi setiap periode tertentu. Ada yang memberikan uang setiap bulan atau tahun. Donatur biasanya memberikan dana tunai pada pengurus secara langsung atau via transfer.
3. Dana Wakaf
Terkadang, beberapa orang lebih memilih untuk memberikan dana wakaf daripada berdonasi. Perbedaan di antara keduanya cukup jelas, mengingat dana wakaf harus bisa dimanfaatkan dalam jangka panjang dan tidak boleh habis. Sementara donasi boleh habis.
Karena tidak boleh habis, biasanya para pengurus masjid dan menginvestasikan dana wakaf agar nilainya bisa berumur panjang dan dikelola secara produktif. Artinya, sumber uang masjid ini bisa jadi sumber pahala jariyah kepada orang yang memberikannya.
Selain sebagai individu, Anda juga bisa memberikan dana wakaf ke masjid dalam bentuk uang secara berkelompok. Dananya bisa Anda berikan atas nama keluarga, komunitas, yayasan, badan hukum, dan lain sebagainya, jadi tidak terbatas pada perorangan saja.
4. Dana Hibah
Terakhir, sumber dana masjid juga bisa berasal dari dana hibah. Pada umumnya, dana ini berasal dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, atau yayasan. Secara garis besar, sifatnya mirip dengan wakaf. Namun, status kepemilikan dananya berpindah.
Jika wakaf tidak boleh menjadi hak milik pribadi, maka hibah boleh menjadi hak milik masjid. Artinya, pengurus masjid bisa membelanjakan uang tersebut untuk keperluan masjid. Mereka bahkan bisa menghabiskannya selama keperluan masjid terpenuhi.
Pemanfaatan sumber dana masjid sekilas mirip dengan sumbangan, sehingga bisa pengurus gunakan untuk membangun masjid atau kebutuhan lainnya. Hanya saja, sifatnya memang tidak semudah donasi karena biasanya terikat oleh aturan khusus tertentu.
Pengurus masjid biasanya harus membuat proposal untuk mengajukan permintaan dana hibah dari pemerintah atau yayasan swasta. Jika pemberi hibah sudah memberi dana, pengurus harus membuat laporan pertanggung jawaban atas pemakaian dana hibah tersebut.
Penutup
Itulah beberapa sumber dana masjid yang bisa perlu Anda ketahui, dari kotak amal, donasi, dana wakaf, hingga dana hibah. Untuk mempermudah pencatatan dana yang masuk dan keluar, pastikan Anda menggunakan eMasjid.id agar pergerakan dana lebih transparan!